• Kota Cirebon, Keuskupan Bandung, Jawa Barat

Seminar “Winning Together, Working Together”

“Berdua lebih baik daripada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!”

Pengkhotbah 4:9-10

Hujan deras tidak menghalangi para pengurus, aktivis, dan umat Paroki Bunda Maria untuk hadir dan menimba inspirasi dalam seminar bersama dengan Bapak Paulus Winarto, Rabu (21/2) pukul 18.30. Ia adalah seorang motivator dan trainer kepemimpinan. Tidak tanggung-tanggung, pria kelahiran Sorong ini juga menjadi dosen di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri. Ia mendalami bidang kepemimpinan di EQUIP, sebuah lembaga pelatihan kepemimpinan yang didirikan oleh John C. Maxwell di Amerika Serikat.

Tema seminari ini adalah “Winning Together, Working Together: Bersinergi Menggapai Visi”. Bapak Paulus pertama-tama menekankan pentingnya kesadaran bahwa ada aneka macam motivasi orang untuk melakukan pelayanan di Gereja, baik positif maupun negatif. Masing-masing orang perlu berupaya memurnikan motivasinya supaya sungguh terarah pada kemuliaan Allah dan kemajuan Gereja. Meski banyak motivasi yang tidak murni, prinsip yang perlu dipegang adalah kerja tim (teamwork). 

Untuk mewujudkan kerja tim yang solid, ia membagikan lima butir penting, yaitu [1] hargai orang lain, [2] terus bertumbuh menjadi lebih baik, [3] pola pikir saling melengkapi, bukan bersaing, [4] jadi teman, dan [5] jangan sok sempurna. Sesuai dengan pesan dalam Kitab Pengkhotbah, berdua lebih baik daripada seorang diri, karena kalau yang seorang jatuh, yang lain bisa menolong. Dengan demikian, meskipun sebuah tim berisi individu-individu tak sempurna, kerja bersama-sama lebih baik daripada seorang diri, karena masing-masing individu dapat saling membantu dan melengkapi.

Seminar dilaksanakan di Aula St. Maria, Paroki Bunda Maria. Sekitar 100 orang aktivis dan umat mengikuti seminar yang berdurasi kurang lebih dua jam ini. Harapannya, para aktivis dan umat semakin sadar dan ingat bahwa pelayanan pastoral Gereja bukanlah karya satu orang atau pihak tertentu, melainkan suatu produk kerja sama berbagai pihak yang kooperatif dan saling bersinergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *